Kenangan Waliyullah KH. Abdulllah Salam Kajen Pati Oleh Gus mus ^_^

on Sabtu, 24 Maret 2012

Tulisan dibawah ini Disampaikan oleh guru saya gus mus ^_^
Cekidott
Berkenaan dengan haul Simbah KH. Abdullah Salam Kajen, rahimahuLlah, aku turunkan kembali tulisanku saat itu. Saat kudengar kepulangan orang hebat ini ke hadirat Ilahi 25 Sya’ban 1422. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
  MBAH DULLAH
  Di Surabaya, dalam perjalanan pulang dari Jember, saya mendapat telpon dari anak saya bahwa Mbah Dullah, KH. Abdullah Salam Kajen, telah pulang ke rahamtuLlah. Innaa liLlahi wainnaa ilaiHi raaji’uun! Dikabarkan juga, berdasarkan wasiat almarhum walmaghfurlah, jenazah beliau akan langsung dikebumikan sore hari itu juga.   SubhanaLlah! Selalu saja setiap kali ada tokoh langka yang dicintai banyak orang meninggal, saya merasa seperti anak-anak yang terpukul, lalu hati kecil bicara yang tidak-tidak. Seperti kemarin itu ketika mendengar Mbah Dullah wafat, secara spontan hati kecil saya ‘gerundel’: “Mengapa bukan koruptor dan tokoh-tokoh jahat yang sibuk pamer gagah tanpa mempedulikan kepentingan orang banyak itu yang dicabut nyawanya? Mengapa justru orang baik yang dicintai masyarakat seperti mbah Dullah yang dipanggil?” Astaghfirullah!   Sepanjang perjalanan itu pun saya terus diam dengan pikiran mengembara. Kenangan demi kenangan tentang pribadi mulia mbah Dullah, kembali melela bagai gambar hidup.
Berperawakan gagah. Hidung mancung. Mata menyorot tajam. Kumis dan jenggotnya yang putih perak, menambah wibawanya. Hampir selalu tampil dengan pakaian putih-putih bersih, menyempurnakan kebersihan raut mukanya yang sedap dipandang.
Selengkapnya...

Lagi-lagi masalah bungkus dan isi ^_^

on Selasa, 14 Juni 2011



(Amal itu [barulah] merupakan sosok yang siaga. Nyawanya adalah eksistensi rahasia ikhlas di dalamnya) — Asy Syaikh Muhammad ibn ‘Athoillah As Sakandary.
Amal itu bungkus, rahasia ikhlas (kalau ada) isinya.
Selengkapnya...

Skenario Mbah Bisri

on Senin, 11 April 2011

Kyai Bisri Mustofa ingin, saat memasuki alam akhirat nanti dalam keadaan benar-benar siap. Karena itu beliau “merancang macam-macam skenario” untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Diantaranya adalah skenario apabila malaikat mencegatnya di pintu sorga.
Malaikat:   Sampeyan nggak bisa masuk!
Kyai Bisri:   Kenapa?
Malaikat:   Sorga ini disediakan untuk muttaqin… sampeyan tidak termasuk.
Kyai Bisri:   (Garuk-garuk kepala) Waduhh…
Malaikat:   Sekarang sampeyan saya bawa ke neraka!
Kyai Bisri:   Lho! Lho! Lho! Nanti dulu… nanti dulu… saya ini kiyai je!
Malaikat:   Nggak perduli! Kalau nggak bisa ke sorga ya berarti ke neraka! Nggak ada tempat lain!
Kyai Bisri:   Nanti dulu… nanti dulu… sareh… Ya saya akui kalau sorga ini disediakan untuk muttaqin… saya juga ngrumangsani kalau saya ini belum… Yah… gimana lagi… tapi ya jangan grusa-grusu begitu to! Dirembug dulu… dirembug dulu… sama teman sendiri itu dirembug dulu… gimana baiknya gitu lho!
Selengkapnya...

Syaitan Takut Terhadap Orang yang Tidak Sholat

on Selasa, 28 Desember 2010


Imam Ibn Atha’ r.a berwasiat, “Orang-orang yang tidak mau melaksanakan sholat kelak akan dimasukkan ke dalam jurang neraka jahanam”. Diriwayatkan jurang itu bernama Al-Ghayu oleh sebab kedalamannya yang seolah tanpa ujung dan panas dari nyala apinya tiada terperikan. Di dalam jurang itu ada sebuah sumur yang dinamakan Al-Hab, yang dalamnya jauh melebihi kedalaman  jurang itu sendiri. Dinamai Al-Hab karena saat neraka sejenak tenang, Allah kemudian membuka sumur itu hingga bergolaklah kembali neraka jahanam dengan nyala api yang berkobar-kobar. Di dalam satu riwayat lain disebutkan, bahwa, jika seluruh gunung di dunia diperjalankan disitu, niscaya akan meleleh semua karena panasnya.
Sungguh gambaran apapun tentang neraka, tidak mampu mendeskripsikan keadaan yang sebenarnya. Dengan lain kata, seluruh penggambaran itu sangat tidak sepadan dengan apa yang dirasakan dan dialami oleh para penghuninya. Kesengsaraan yang tiada bertepi, siksaan yang menghantam bertubi-tubi, kasedihan dan kepedihan yang datang silih berganti. Semua kata dalam ragam bahasa manusia tidak akan sanggup mengungkapkan keadaan yang sesungguhnya.
Imam ad-Dhahak juga berwasiat, bahwa yang dinamakan Al-Ghayu adalah kerugian dan kerusakan. Semua itu mengandung arti bahwa seseorang yang tidak mengerjakan sholat, maka dirinya telah mengalami kerugian dan kerusakan, langsung ataupun tidak, di dunia maupun di akherat.
Kini engkau tahu betapa pentingnya nilai sholat untuk dirimu. Akan aku tuliskan beberapa wasiat ihwal sholat, agar engkau tidak meremehkan dan melalaikannya.
·         Allah SWT berwasiat dalam Qur’an-Nya yang mulia, Dia berfirman : Apakah yang membawa kalian masuk neraka? Mereka menjawab, “Kami tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat,…”
Selengkapnya...

Agama Itu Ibarat Istri ....." Maksudnya "..????!!???

on Senin, 20 September 2010

Waktu itu, tiap tanggal 17, saya dan teman-teman memilih nglurug ke patang puluhan, rumahnya Cak Nun, ini panggilan akrabnya penyair dan kiai mbeling Emha Ainun Nadjib. Kita bikin forum melingkar di situ. Biasanya kita bicara soal kesenian atau kebudayaan, tapi juga ngobrolin soal keagamaan.

indahnya kebersamaan
Pesertanya juga tidak cuma mahasiswa atau pemuda yang beragama Islam. Pendek kata, pemeluk berbagai agama berkumpul melingkar disitu. Suatu malam, Cak Nun tanya pada kami di forum itu.

“Apakah anda semua punya tetangga?”

Wah, saya sebenarnya belum punya. Tetapi saya anak kost, tentu saja kamar sebelah saya bisa disamakan dengan tetangga. Tetangga kost. Jadi saya ikut-ikutan saja menjawab : “Tentu saja punya”.

Cak Nun melanjutkan bertanya : “Punya istri enggak tetangga Anda?”
Selengkapnya...

“Ngurusi Ponari aja nggak becus! Mau sok-sok berlagak mengurusi NKRI!”

on Selasa, 14 September 2010

Oleh: Emha Ainun Nadjib
Tulisan ini saya bikin dengan asumsi dasar bahwa para pembaca percaya ada Allah dengan kekuasaan-Nya. Di salah satu tayangan televisi, muncul seorang kiai dengan nasihat sangat bijak, kurang-lebih begini: “Jangan minta kepada Ponari, Ponari itu makhluk. Jangan minta kepada batu, batu itu makhluk. Jangan berlaku syirik sehingga menjadi manusia musyrik. Mintalah Khaliq, Allah Swt….”
Sangat pendek tapi cespleng. Media massa sangat mengerti kecerdasan masyarakat, sehingga cukup pendek saja. Setiap yang mendengarkan fatwa itu meneruskan sendiri dalam hati dengan logikanya: “Jangan minta kesembuhan kepada dokter, dokter itu makhluk. Jangan minta kepada pil dan obat-obatan, pil dan obat-obatan itu makhluk. Jangan berlaku syirik, sehingga menjadi manusia musyrik.”
Ya Allah ya Rabbi ya Karim, wahai saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air. Kalau Nabi Musa pegang tongkat, bersama pasukannya dikejar tentara Firaun, mendapat perintah dari Allah, “Pukulkan tongkatmu ke air laut!” Lantas laut terbelah, pasukan memasuki belahannya, kemudian Firaun dan tentaranya mengejar ke belahan itu, namun tenggelam karena air menutup kembali, mohon dengan sangat jangan simpulkan bahwa yang dipegang Musa itu “tongkat sakti”, sehingga Nabi Musa juga “Maha Dukun” yang sakti.
Selengkapnya...

RosuLullah Pernah Di Santet ?!??!!

on Senin, 06 September 2010

Cak Nun : Awas, 'Waswasa Yuwaswisu' Hatimu
Tersebutlah seorang tukang tenung alias sihir atawa santet bernama Labib bin Asham, seorang Yahudi.
Pada suatu hari Rasulullah Muhammad Saw. menderita sakit yang bukan saja memarahkan, tapi juga aneh dan sukar diidentifikasi. Disantetkah beliau? Seorang Nabi, seorang Rasul, perutusan dan kekasih Allah yang ma'shum, mempan disantet?
Tetapi memang mukjizat Muhammad adalah bahwa ia Nabi yang biasa-biasa saja. Yang Tidak terpelajar.

Bukan jagoan intelektual dan tak ahli bikin syair. Tidak otot kawat balung wesi hingga tak terbakar oleh api seperti Ibrahim. Tak punya tongkat ajaib semacam Musa atau telapak tangan sakti bak Isa. Muhammad lumrah-lurnrah saja. Oleh karena itu ia populis, aktual dan tidak elitis. Tidur beralaskan daun aren ya OK.
Baju tinggal satu diminta orang ya dikasihkan. Kalau kelaparan perutnya diganjal batu sehingga
menggembung bak Dul Gendut.
Selengkapnya...

ChAt Yoex.....